koranpos.my.id
Diterbitkan: 15 Februari 2026 , 03.46 WIB
BANDAR LAMPUNG – Stadion Pahoman yang seharusnya menjadi panggung pesta sepak bola, mendadak berubah mencekam pada Jumat sore (13/2/2026). Perebutan takhta juara Liga 4 Lampung 2026 antara TS Saiburai Lampung kontra Tanggamus Farmer Angonsaka FC berakhir antiklimaks akibat hilangnya kendali emosi para pemain.
Meski papan skor akhir menunjukkan keunggulan tipis 1-0 untuk kemenangan Tanggamus Farmer Angonsaka FC, sorotan publik tidak tertuju pada trofi yang mereka angkat, melainkan pada brutalitas yang terjadi di atas lapangan hijau.
Detik-Detik Lapangan Berubah Jadi Arena Baku Hantam
Laga penentuan ini sebenarnya berjalan menarik dengan jual beli serangan sejak peluit awal dibunyikan. Namun, tensi mendadak mendidih di paruh kedua pertandingan. Gesekan bermula dari provokasi verbal antar-pemain di tengah lapangan yang gagal diredam.
Situasi berubah menjadi chaos ketika sebuah insiden fisik terjadi. Berdasarkan pantauan di lokasi, salah satu pilar dari kubu Angonsaka diduga melayangkan tamparan ke wajah pemain TS Saiburai. Tindakan tidak terpuji ini menyulut amarah kolektif, memicu aksi saling dorong hingga pemukulan yang melibatkan tidak hanya kesebelasan yang bertanding, tetapi juga ofisial tim yang merangsek masuk ke area permainan.
Sanksi Tegas Sang Pengadil
Wasit yang memimpin jalannya laga dipaksa bekerja ekstra keras. Guna menghentikan anarki yang meluas, sang pengadil lapangan tanpa ampun mencabut tiga kartu merah sekaligus bagi para provokator utama keributan tersebut.
Pertandingan sempat mengalami "mati suri" atau terhenti beberapa saat. Pihak keamanan stadion harus turun tangan memisahkan kedua kubu yang bersitegang agar pertandingan bisa diselesaikan hingga waktu normal berakhir.
Kekecewaan Publik
Kekecewaan Publik
Kemenangan Tanggamus Farmer ini terasa hambar bagi sebagian penonton yang hadir. Perilaku tidak sportif yang dipertontonkan kedua tim dinilai mencederai semangat fair play pembinaan sepak bola daerah.
"Jujur kecewa melihatnya. Kita datang mau lihat bola, bukan lihat tawuran. Final kok mentalnya masih emosian seperti main di jalanan," keluh salah satu penonton yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di pintu keluar stadion.
Insiden ini kini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Komite Disiplin (Komdis) penyelenggara Liga 4 untuk memberikan sanksi yang setimpal, agar kejadian memalukan di Pahoman tidak terulang di musim mendatang.
Tags
Berita Viral Lampung
Hasil Final Liga 4 Lampung
Insiden Kartu Merah
Kericuhan Stadion Pahoman
Nasional
Olahraga
Sepak Bola Lampung
Tanggamus Farmer vs TS Saiburai