PURBALINGGA – Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Purbalingga pada Sabtu sore (7/2/2026) meninggalkan dampak serius bagi pengguna jalan. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan drainase tak mampu menampung debit air, hingga meluap ke badan jalan utama di Jalan Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet.
Bukan sekadar genangan air, luapan tersebut membawa serta material berbahaya berupa lumpur, pasir, hingga batu kerikil tajam yang kini berserakan memenuhi aspal. Kondisi ini mengubah jalan raya menjadi "jebakan" mematikan bagi pengendara roda dua.
Baca juga:
Menyisir Kesunyian Dusun Cikal: "Kampung Mati" yang Terlupakan di Jantung Hutan PurbalinggaKronologi: Jalanan Berubah Jadi Sungai
Menurut pantauan warga dan pengguna jalan di lokasi, insiden bermula saat hujan lebat mengguyur kawasan Mrebet sejak siang hingga sore hari. Derasnya air dari saluran irigasi dan parit di sisi jalan meluap tak terkendali, menyapu material tanah dan bebatuan dari bahu jalan ke tengah lintasan.
"Airnya deras sekali tadi sore, warnanya coklat pekat. Pas airnya surut, ternyata jalannya penuh batu koral dan pasir. Licin sekali," ungkap salah satu warga setempat yang berada di lokasi kejadian.
Pengendara Jatuh Tergelincir
Dampak dari tumpukan material lepas (loose material) ini langsung dirasakan oleh para pelintas. Beberapa pengendara sepeda motor dilaporkan kehilangan kendali dan terjatuh akibat ban yang selip saat melintasi hamparan kerikil tersebut.
Minimnya penerangan di beberapa titik saat menjelang malam semakin memperparah keadaan. Pengendara yang melaju dengan kecepatan sedang pun kesulitan menghindari gundukan pasir yang tersamar oleh warna aspal basah.
"Kasihan tadi ada ibu-ibu yang tergelincir sampai jatuh. Motornya baret-baret, orangnya syok. Kerikilnya itu lho, bikin ban enggak nempel ke aspal," tambah saksi mata di lokasi.
Himbauan Mendesak untuk Pengguna Jalan
Mengingat kondisi jalan yang masih dipenuhi sisa material luapan air, masyarakat dan tokoh pemuda setempat memberikan himbauan keras kepada siapa saja yang hendak melintasi jalur Serayu Larangan – Mrebet:
Kurangi Kecepatan: Jangan memacu kendaraan lebih dari 30 km/jam di area bekas luapan air.
Hindari Rem Mendadak: Pengereman keras di atas kerikil dapat menyebabkan ban terkunci dan motor tergelincir.
Fokus Penuh: Perhatikan permukaan jalan, hindari gundukan pasir yang terlihat numpuk di pinggir maupun tengah jalan.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap dinas terkait atau relawan segera melakukan pembersihan (penyemprotan) jalan agar material licin tersebut tidak memakan korban lebih banyak lagi, terutama saat aktivitas warga kembali padat esok pagi.
Ringkasan Kejadian
| Detail Peristiwa | Keterangan |
| Waktu Kejadian | Sabtu Sore, 7 Februari 2026 |
| Lokasi | Jl. Serayu Larangan, Kec. Mrebet, Purbalingga |
| Penyebab | Hujan deras memicu luapan air drainase |
| Dampak | Material kerikil/pasir berserakan di aspal |
| Korban | Sejumlah pengendara motor dilaporkan terjatuh (Luka Ringan) |