PURBALINGGA – Respons cepat ditunjukkan oleh masyarakat Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Pasca insiden luapan air yang membawa material kerikil dan lumpur ke badan jalan pada Sabtu sore kemarin, warga bersama tim relawan gabungan langsung menggelar kerja bakti massal pada Minggu pagi (8/2/2026).
Aksi gotong royong ini dilakukan demi mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut, mengingat jalur Mrebet – Karanganyar merupakan akses vital yang padat kendaraan, terutama saat akhir pekan.
Sapu Bersih "Jebakan" Pengendara
Sejak pukul 07.00 WIB, puluhan warga terlihat menyisir sepanjang ruas jalan yang terdampak. Berbekal sekop, sapu lidi, dan selang air, mereka bahu-membahu menyingkirkan gundukan pasir dan batu koral (kerikil) yang sempat membuat sejumlah pengendara sepeda motor tergelincir kemarin sore.
Lumpur pekat yang mengering di aspal pun disemprot air agar tidak menjadi debu yang mengganggu pandangan mata. Prioritas pembersihan difokuskan pada tikungan-tikungan tajam dan bahu jalan yang menjadi titik rawan kecelakaan.
Baca juga:
Menyisir Kesunyian Dusun Cikal: "Kampung Mati" yang Terlupakan di Jantung Hutan PurbalinggaKoordinator lapangan aksi sosial tersebut menyebutkan, inisiatif ini muncul spontan karena keprihatinan warga melihat kondisi jalan yang membahayakan.
"Kami tidak mau menunggu lama. Kasihan pengguna jalan kalau harus lewat jalan licin begini. Alhamdulillah, relawan dan pemuda desa kompak turun semua pagi ini," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat di sela-sela kegiatan.
Baca juga:
Jalan Serayu Larangan Mrebet Mencekam! Luapan Air Bawa Material Kerikil, Pengendara BertumbanganLalu Lintas Kembali Normal
Berkat kerja keras warga dan relawan, kondisi Jalan Serayu Larangan kini terpantau jauh lebih kondusif. Material batu dan pasir yang sebelumnya berserakan di tengah jalan sudah ditepikan dan diangkut.
Para pengendara yang melintas dari arah Mrebet menuju Karanganyar maupun sebaliknya kini bisa memacu kendaraan dengan lebih tenang tanpa takut ban selip akibat kerikil lepas (loose material). Meski demikian, sisa-sisa basahan air penyemprotan masih terlihat di beberapa titik, sehingga pengguna jalan tetap dihimbau untuk menjaga kecepatan wajar.
Antisipasi Hujan Susulan
Selain membersihkan badan jalan, warga juga berinisiatif mengecek saluran drainase (selokan) di pinggir jalan yang diduga menjadi biang kerok luapan air kemarin. Sampah-sampah plastik dan ranting pohon yang menyumbat aliran air turut diangkat agar kejadian serupa tidak terulang jika hujan deras kembali mengguyur wilayah Purbalingga sore nanti.
BMKG sendiri memprediksi wilayah pegunungan tengah Jawa Tengah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada siang hingga sore hari ini. Warga dihimbau tetap waspada terhadap potensi genangan air sesaat.
Status Terkini Jalan Serayu Larangan (Minggu, 8/2/2026)
| Indikator | Kondisi Pagi Ini |
| Permukaan Jalan | Bersih dari kerikil/lumpur (85%) |
| Arus Lalu Lintas | Lancar kedua arah |
| Cuaca | Berawan tebal |
| Aktivitas Warga | Pembersihan drainase dan sisa material |