Purbalingga 2026: Pemda Targetkan 100% Sekolah Terkoneksi 'Smart Classroom' hingga Pelosok Desa

Penulis : Lucky
Editor : Redaksi Koran Pos Indonesia
Purbalingga 2026: Pemda Targetkan 100% Sekolah Terkoneksi 'Smart Classroom' hingga Pelosok Desa
Koran Pos: Pemkab Purbalingga mengalokasikan 25% APBD 2026 untuk transformasi pendidikan digital. Program 'Smart Classroom' Selengkapnya.

PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga membuat gebrakan besar dalam sektor pendidikan di awal tahun anggaran 2026. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Pemkab resmi meluncurkan program akselerasi digital bertajuk "Purbalingga Cerdas Merata". Fokus utamanya adalah menghilangkan disparitas (kesenjangan) kualitas pendidikan antara wilayah kota dengan area pegunungan seperti Rembang dan Karangjambu.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tuntutan kompetensi global dan visi Purbalingga Emas. Tidak tanggung-tanggung, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk sektor pendidikan digenjot hingga melampaui batas minimal nasional.

Transformasi Ruang Kelas Digital

Bupati Purbalingga dalam konferensi pers di Pendopo Dipokusumo, Senin (20/1/2026), menegaskan bahwa tahun ini adalah momentum infrastruktur lunak. Jika tahun-tahun sebelumnya fokus pada perbaikan fisik gedung, tahun 2026 fokus pada infrastruktur teknologi.


"Di tahun 2026 ini, kami tidak ingin lagi mendengar istilah 'sekolah pinggiran'. Anak-anak di wilayah utara Purbalingga harus memiliki akses teknologi yang sama dengan yang di pusat kota. Target kami, 100% SMP dan 80% SD sudah terintegrasi dengan fasilitas Smart Classroom akhir tahun ini," ujar Bupati.

Fasilitas Smart Classroom yang dimaksud mencakup pemasangan papan tulis interaktif (interactive flat panel), penyediaan tablet untuk siswa, serta jaringan internet berkecepatan tinggi berbasis serta optik yang kini telah menjangkau kecamatan terluar.


Guru Sebagai Kunci Perubahan

Selain infrastruktur keras, Pemda Purbalingga juga mengalokasikan dana khusus untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kepala Dindikbud Purbalingga menjelaskan bahwa alat canggih tidak akan berguna tanpa guru yang kompeten.

"Kami telah menyiapkan anggaran pelatihan intensif bagi 2.000 guru honorer dan PNS. Mereka akan dilatih metode pembelajaran hybrid dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dasar untuk membantu personalisasi belajar siswa," ungkapnya.

Langkah ini dinilai krusial mengingat tantangan pendidikan di tahun 2026 tidak lagi sekadar membaca dan berhitung, melainkan literasi data dan pemecahan masalah kompleks.


Beasiswa Pendidikan dan Vokasi

Berita baik lainnya bagi warga Purbalingga adalah peningkatan kuota Beasiswa Tuka-Tuku Pinter. Program beasiswa daerah ini diperluas sasarannya tidak hanya untuk mahasiswa berprestasi, tetapi juga untuk pelatihan vokasi siap kerja bagi lulusan SMK yang tidak melanjutkan kuliah.

Pemda Purbalingga bekerja sama dengan kawasan industri di sekitar Bandara Jenderal Besar Soedirman untuk memastikan lulusan SMK lokal dapat terserap langsung ke dunia kerja dengan standar upah yang layak.

Respon Masyarakat dan Pengamat

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengapresiasi langkah berani Pemda Purbalingga. Menurutnya, investasi pada pendidikan digital adalah investasi jangka panjang yang paling menguntungkan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan.

"Tantangannya sekarang adalah pengawasan. Jangan sampai pengadaan barang Smart Classroom ini hanya jadi proyek semata tanpa maintenance yang jelas. Publik harus ikut mengawasi realisasi APBD 2026 ini," tegasnya.

Dengan bergulirnya program ini, wajah pendidikan di Kota Perwira diharapkan berubah total, mencetak generasi muda yang tidak hanya jago kandang, tetapi siap bersaing di level nasional maupun global.

Baca Juga:

Daftar SMK Terbaik di Purbalingga Tahun 2026

Cara Mendaftar Beasiswa Pemkab Purbalingga Terbaru

Wisata Edukasi di Purbalingga yang Wajib Dikunjungi



Lebih baru Lebih lama