Pemkab Purbalingga Kebut Pembangunan Kawasan Industri Bandara dan Digitalisasi Desa di Awal 2026

Pemkab Purbalingga Kebut Pembangunan Kawasan Industri Bandara dan Digitalisasi Desa di Awal 2026

koranpos.my.id
Penulis: Lukman Yuli Prasetyo
Editor: Akim Amiruloh
Diterbitkan: 20 Januari 2026 , 04.53 WIB
Pemkab Purbalingga Kebut Pembangunan Kawasan Industri Bandara dan Digitalisasi Desa di Awal 2026
Koran Pos: Pemkab Purbalingga targetkan 5.000 loker baru di 2026 lewat perluasan industri bandara & program digitalisasi desa. Cek update pembangunan disini

 PURBALINGGA, 20 Januari 2026 – Pemerintah Kabupaten Purbalingga resmi menetapkan tahun 2026 sebagai momentum percepatan investasi dan transformasi digital desa. Fokus utama pembangunan diarahkan pada optimalisasi Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di sekitar Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) dan peluncuran program "Desa Cerdas Terintegrasi".

Langkah strategis ini diumumkan usai Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah yang digelar di Pendopo Dipokusumo, Selasa (20/1/2026) pagi. Kebijakan ini diambil untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menekan angka pengangguran pasca-fluktuasi ekonomi global tahun lalu.


Perluasan Kawasan Industri Dekat Bandara

Pemkab Purbalingga menargetkan pembukaan 5.000 lapangan kerja baru di tahun 2026 melalui masuknya tiga investor asing besar di sektor manufaktur elektronik dan garmen ramah lingkungan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Purbalingga, dalam keterangannya menyebutkan bahwa infrastruktur penunjang menuju bandara di wilayah Kemangkon telah rampung 100%.

"Tahun 2026 ini kita tidak hanya mengandalkan industri bulu mata dan rambut palsu saja. Kita diversifikasi ke industri perakitan elektronik yang memanfaatkan akses kargo udara Bandara JBS. Izin sudah kami permudah lewat OSS (Online Single Submission) terbaru," ungkapnya.


Digitalisasi Desa dan Layanan Publik

Selain sektor industri, Pemkab Purbalingga juga merilis aplikasi layanan publik terpadu bernama "Purbalingga Satu Klik". Mulai kuartal pertama 2026, warga desa tidak perlu lagi jauh-jauh ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di kota untuk mengurus administrasi.

Seluruh Kepala Desa diinstruksikan untuk mengalokasikan Dana Desa 2026 guna pengadaan infrastruktur internet mandiri dan pelatihan literasi digital bagi perangkat desa. Hal ini sejalan dengan target nasional untuk menciptakan pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).


Pariwisata: Rebranding "Bumi Perwira"

Sektor pariwisata juga mendapat suntikan dana segar. Objek wisata andalan seperti Owabong Waterpark dan Golaga (Goa Lawa Purbalingga) akan direvitalisasi dengan konsep Eco-Tourism guna menarik wisatawan milenial. Pemkab juga menyiapkan paket wisata terintegrasi antara wisata alam di kaki Gunung Slamet dengan wisata edukasi industri.

Dampak bagi Masyarakat:

 1. Ekonomi: Munculnya sentra kuliner dan UMKM baru di sekitar akses bandara.

 2. Layanan: Pengurusan KTP, KK, dan perizinan usaha mikro menjadi lebih cepat (target maksimal 1x24 jam).


Infrastruktur: Perbaikan jalan kabupaten penghubung antar-kecamatan yang rusak berat diprioritaskan rampung sebelum Lebaran 2026.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

News

Health