Kesadaran Melonjak, Tren Gaya Hidup Sehat Kini Jadi Prioritas Utama Masyarakat Indonesia

Penulis : Lucky
Editor : Redaksi Koran Pos Indonesia
Kesadaran Melonjak, Tren Gaya Hidup Sehat Kini Jadi Prioritas Utama Masyarakat Indonesia
Koran Pos: Tren gaya hidup sehat di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pascapandemi. Mulai dari olahraga lari, pola makan plant-based, selengkapnya.

JAKARTA – Pemandangan di akhir pekan pada kota-kota besar di Indonesia kini telah berubah. Taman kota, area Car Free Day (CFD), hingga pusat kebugaran tak pernah sepi pengunjung. Fenomena ini menandai pergeseran masif dalam perilaku masyarakat yang kini menempatkan gaya hidup sehat bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan kebutuhan fundamental.

Pascapandemi COVID-19, kesadaran akan pentingnya imunitas dan kesehatan fisik meningkat tajam. Data dari berbagai platform e-commerce dan aplikasi kesehatan menunjukkan lonjakan pencarian terkait peralatan olahraga, suplemen, dan katering makanan sehat yang konsisten sepanjang tahun 2024 hingga 2025.

Pergeseran dari "Kuratif" ke "Preventif"

Perubahan pola pikir (mindset) menjadi pendorong utama tren ini. Jika dahulu masyarakat cenderung berobat saat sakit (kuratif), kini fokus beralih pada upaya mencegah penyakit (preventif).

Pengamat sosial dan gaya hidup, Dr. Sinta Rahmawati, menyebutkan bahwa akses informasi digital memegang peranan kunci.


"Masyarakat kini lebih teredukasi. Mereka paham bahwa investasi kesehatan jauh lebih murah dibandingkan biaya pengobatan. Ini bukan lagi soal ikut-ikutan atau FOMO (Fear of Missing Out), tapi soal keberlanjutan hidup," ungkap Sinta saat dihubungi, Rabu (21/1).

Olahraga Komunitas dan Sport Tourism

Salah satu indikator paling nyata adalah menjamurnya komunitas olahraga. Lari maraton, pound fit, tenis, hingga bersepeda menjadi primadona baru. Bahkan, tren Sport Tourism—berwisata sambil mengikuti ajang olahraga—kini menjadi agenda wajib bagi banyak pemerintah daerah untuk menarik wisatawan.

Tidak hanya menyehatkan fisik, aktivitas ini dinilai efektif untuk membangun jejaring sosial (networking) yang positif di tengah kesibukan kaum urban.

Revolusi Piring Makan: You Are What You Eat

Sejalan dengan aktivitas fisik, pola konsumsi juga mengalami revolusi. Istilah seperti Real Food, Plant-Based Diet, dan Intermittent Fasting semakin akrab di telinga masyarakat.

Pelaku usaha kuliner pun cepat beradaptasi. Restoran cepat saji kini mulai menyediakan opsi rendah kalori, dan katering diet sehat tumbuh subur dengan omzet yang menjanjikan. Masyarakat mulai teliti membaca label nutrisi, mengurangi gula, dan menghindari makanan ultra-proses.

Kesehatan Mental Tak Lagi Tabu

Yang menarik, definisi "sehat" kini tidak lagi terbatas pada fisik semata. Isu kesehatan mental (mental health) yang dahulu dianggap tabu, kini menjadi topik diskusi terbuka.

Praktik mindfulness, meditasi, hingga penggunaan aplikasi layanan konseling psikolog daring mengalami peningkatan pengguna yang signifikan, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial. Ini membuktikan bahwa masyarakat menginginkan kesehatan yang holistik: sehat raga dan sehat jiwa.

Peluang Ekonomi Baru

Tingginya minat masyarakat ini menciptakan ekosistem ekonomi baru yang disebut Wellness Economy. Mulai dari industri pakaian olahraga lokal yang kualitasnya kian bersaing, hingga gawai pintar (smartwatch) pemantau detak jantung, semuanya menikmati "kue" dari tren positif ini.

Bagi masyarakat, ini adalah sinyal positif bahwa Indonesia sedang bergerak menuju populasi yang lebih produktif dan sadar kualitas hidup. Gaya hidup sehat diprediksi tidak akan meredup, melainkan akan terus berevolusi dengan bentuk-bentuk baru di masa depan.


Jangan Lewatkan:

Mengenal 'Urban Burnout': Saat Hiruk Pikuk Kota Besar Menggerus Kesehatan Mental Anda

Kenali gejala kelelahan mental kronis akibat gaya hidup kota besar dan temukan solusi pemulihannya di sini.



Lebih baru Lebih lama