NUSANTARA (IKN) – Babak baru sejarah sepak bola nasional resmi dimulai. Pasca berakhirnya kontrak Shin Tae-yong akhir tahun lalu, Tim Nasional Indonesia kini menatap Piala AFF 2026 dengan wajah dan filosofi yang benar-benar segar.
Pemusatan Latihan (TC) perdana di bawah komando pelatih anyar asal Belanda, Coach Mark van Dijk (Nama Fiktif/Simulasi), digelar di Kompleks National Training Center (NTC) Ibu Kota Nusantara, Rabu (21/1/2026). Suasana latihan terasa sangat berbeda dibandingkan era sebelumnya, dengan pendekatan teknologi yang lebih kental.
Revolusi Taktik: Dari Counter Attack ke Possession
Jika di era sebelumnya Timnas Indonesia dikenal dengan pertahanan rapat dan serangan balik cepat (counter attack), Coach Van Dijk langsung merombak total pendekatan tersebut. Dalam sesi latihan terbuka pagi tadi, sang arsitek baru menekankan dominasi penguasaan bola (ball possession) dan garis pertahanan tinggi (high defensive line).
"Fondasi fisik yang dibangun Coach Shin di masa lalu sudah sangat baik, itu modal berharga. Namun, di tahun 2026 ini, saya ingin Indonesia bermain lebih dominan. Kita bukan lagi tim yang menunggu lawan berbuat salah, tapi kitalah yang mendikte permainan. Target saya di AFF adalah juara dengan cara yang elegan," tegas Van Dijk kepada awak media.
Latihan intensitas tinggi dengan durasi pendek namun eksplosif menjadi menu utama. Tidak ada lagi lari jarak jauh konvensional; semua digantikan dengan small-sided games yang memaksa pemain berpikir cepat dalam tekanan.
Fasilitas Canggih di IKN Jadi Sorotan
Persiapan Timnas kali ini didukung penuh oleh fasilitas kelas dunia di IKN yang baru saja rampung 100%. Ketua Umum PSSI menyebut bahwa metode latihan "Gaya Baru" ini sangat bergantung pada data.
Setiap pemain kini mengenakan rompi GPS generasi terbaru yang terhubung langsung ke tablet tim pelatih secara real-time. Tim analis performa memantau detak jantung, jarak tempuh, hingga tingkat stres otot pemain detik demi detik untuk mencegah cedera—sebuah pendekatan sport science yang diklaim lebih rigid dibanding era sebelumnya.
Respons Pemain: "Kami Harus Adaptasi Cepat"
Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, mengakui adanya "gegar budaya" positif dalam metode kepelatihan baru ini. Menurutnya, transisi taktik ini menuntut kecerdasan pemain lebih dari sekadar fisik.
"Jujur ini tantangan baru. Dulu kami didoktrin untuk spartan dan direct, sekarang kami diminta lebih sabar memegang bola dan melakukan build-up dari kiper. Teman-teman sangat antusias karena ini sepak bola modern yang kami lihat di liga-liga Eropa," ujar Ridho.
Wajah Baru Skuad Garuda
Untuk Piala AFF 2026, Coach Van Dijk memanggil 28 pemain yang merupakan kombinasi unik. Ia berani memangkas beberapa nama veteran dan memberikan debut bagi tiga pemain muda lulusan Garuda Select yang bersinar di Liga 1 musim ini.
Selain itu, dua pemain keturunan (diaspora) baru yang berposisi sebagai playmaker dan striker murni dari Liga Belgia juga tampak sudah bergabung dalam latihan, mengisi kepingan puzzle lini serang yang selama ini dinilai tumpul.
Dengan persiapan yang matang dan infrastruktur terbaik di IKN, publik sepak bola tanah air menaruh harapan tinggi agar puasa gelar di level ASEAN bisa segera diakhiri dengan gaya permainan yang baru dan menghibur.
Baca Juga Berita Pilihan:
Profil Mark van Dijk: Pelatih Baru Timnas dengan Filosofi Menyerang
Mengintip Kemewahan Training Center PSSI di IKN: Fasilitas Setara Eropa
Jadwal Lengkap Fase Grup Piala AFF 2026: Indonesia vs Vietnam Kapan?