PURWOKERTO – Ketegangan mewarnai laga bertajuk "Derby Ngapak" yang mempertemukan Persibas Banyumas melawan Persibangga Purbalingga pada Minggu malam (18/01/2026). Pertandingan yang seharusnya menjadi pesta sepak bola rakyat ini justru berakhir ricuh di luar area stadion.
Sejumlah oknum suporter tuan rumah dilaporkan melakukan aksi anarkis dengan melempari bus rombongan suporter tim tamu menggunakan batu, botol kaca, hingga helm motor. Insiden ini terjadi saat armada pengangkut suporter Persibangga hendak meninggalkan kompleks olahraga menuju arah perbatasan Purbalingga.
Kronologi Insiden di Pintu Keluar Stadion
Kericuhan dipicu oleh tensi tinggi sejak di dalam lapangan. Namun, puncaknya terjadi di jalan raya utama saat bus suporter Persibangga terjebak dalam arus keluar yang padat. Menurut laporan saksi mata, massa yang sudah menunggu di pinggir jalan tiba-tiba melancarkan serangan bertubi-tubi.
"Suasananya mencekam. Tiba-tiba ada hujan batu dan helm ke arah bus. Kaca samping bus pecah total, dan kami terpaksa merunduk di lantai bus untuk menghindari pecahan kaca," ujar Andi (24), salah satu suporter Persibangga yang berada di lokasi kejadian.
Petugas kepolisian dari Polresta Banyumas yang berjaga di lokasi segera melakukan tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang semakin beringas. Beberapa orang yang diduga menjadi provokator aksi pelemparan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dampak Kerusakan dan Korban Luka
Akibat aksi pelemparan helm dan batu ini, sedikitnya dua unit bus mengalami kerusakan berat pada bagian kaca. Selain kerugian materiil, dilaporkan terdapat 3 orang suporter Persibangga yang mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca dan hantaman benda tumpul.
Pihak manajemen Persibangga Purbalingga melalui pernyataan resminya sangat menyayangkan kejadian ini.
"Sepak bola seharusnya menyatukan, bukan melukai. Kami meminta pihak keamanan mengusut tuntas pelaku pelemparan ini demi keselamatan semua suporter di masa depan," tulis rilis resmi klub.
Sanksi Berat Menanti Persibas?
Komite Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Tengah diperkirakan akan segera turun tangan. Mengingat sejarah rivalitas kedua tim, sanksi berat berupa denda administratif hingga larangan menggelar pertandingan dengan penonton di kandang Persibas Banyumas menjadi ancaman nyata.
Keamanan di wilayah perbatasan Banyumas-Purbalingga kini ditingkatkan guna mengantisipasi adanya aksi balasan.
Baca Juga: