SEMARANG – Asprov PSSI Jawa Tengah resmi merilis panduan regulasi dan format kompetisi Liga 4 wilayah Jateng musim 2025/2026. Sebagai kasta kompetisi terbaru dalam piramida sepak bola Indonesia, Liga 4 Jateng menjadi saringan awal yang sangat ketat bagi klub-klub amatir sebelum memperebutkan tiket menuju Liga 4 Putaran Nasional.
Perubahan format ini dilakukan guna meningkatkan kualitas kompetisi akar rumput sekaligus memastikan tim yang mewakili Jawa Tengah di level nasional memiliki kesiapan teknis dan manajerial yang mumpuni.
1. Sistem Kompetisi: Dari Zona Regional ke Knockout
Liga 4 Jateng dibagi menjadi beberapa tahapan krusial untuk menentukan sang juara:
Fase Grup (Zona): Klub dibagi ke dalam grup-grup kecil berdasarkan letak geografis guna efisiensi biaya operasional. Pertandingan menggunakan sistem home and away atau half-tournament (tergantung kesepakatan manajer).
Babak Perempat Final: Dua tim terbaik dari masing-masing grup melaju ke babak delapan besar yang menggunakan sistem gugur dua leg (kandang-tandang).
Semifinal & Final: Pemenang babak perempat final akan bertarung di semifinal untuk memperebutkan tiket ke partai puncak. Laga final biasanya digelar di tempat netral yang ditentukan oleh Asprov PSSI Jateng.
2. Aturan Pembatasan Usia Pemain
Selaras dengan misi pembinaan, Liga 4 tetap memberlakukan aturan usia yang ketat. Berdasarkan regulasi terbaru, setiap klub wajib mendaftarkan pemain dengan kriteria:
Pemain Muda: Mayoritas skuad harus diisi oleh pemain kelahiran 1 Januari 2003 hingga 31 Desember 2007.
Pemain Senior: Setiap tim hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal 5 (lima) pemain senior tanpa batasan usia, namun hanya 3 (tiga) pemain senior yang diperbolehkan berada di dalam daftar susunan pemain (DSP) saat pertandingan berlangsung.
3. Jalur Promosi ke Putaran Nasional
Tidak semua tim yang berlaga di Liga 4 Jateng bisa melenggang ke putaran nasional. Asprov PSSI Jateng mendapatkan kuota khusus dari PSSI Pusat berdasarkan jumlah peserta dan peringkat kompetisi regional.
"Juara dan Runner-up Liga 4 Jateng dipastikan mendapatkan tiket otomatis ke Putaran Nasional. Namun, tim di peringkat ketiga masih harus menunggu hasil verifikasi kuota tambahan dari PSSI," ungkap perwakilan Asprov Jateng.
Ringkasan Regulasi Liga 4 Jateng
| Aspek Regulasi | Keterangan Detail |
| Status Kompetisi | Amatir |
| Sistem Pertandingan | Home-Away (Gugur) & Home Tournament (Grup) |
| Kuota Pemain Senior | Maksimal 5 Terdaftar, 3 di Lapangan |
| Persyaratan Lisensi Pelatih | Minimal Lisensi C AFC / PSSI Diploma |
| Target Akhir | Tiket Putaran Nasional Liga 4 |
Baca Juga:
Menjaga Integritas Pertandingan
Selain aspek teknis, Asprov PSSI Jateng juga menekankan pentingnya disiplin. Setiap tim yang terlibat dalam kericuhan, pengaturan skor, atau terbukti melakukan intimidasi terhadap perangkat pertandingan akan dikenakan sanksi berat, mulai dari denda material hingga diskualifikasi dari kompetisi.
Langkah ini diambil demi menjaga marwah sepak bola Jawa Tengah agar tetap menjadi barometer pembinaan pemain muda yang sehat dan kompetitif di Indonesia.
Berdasarkan regulasi standar yang umum diterapkan oleh Asprov PSSI Jawa Tengah untuk kompetisi tingkat regional (seperti Liga 4 atau sebelumnya Liga 3 Jateng), format semifinal biasanya mengikuti ketentuan berikut:
Format Semifinal: 2 Leg (Kandang-Tandang)
Untuk babak semifinal, Asprov PSSI Jateng umumnya menggunakan format 2 Leg (Home and Away). Hal ini dilakukan dengan pertimbangan:
Aspek Keadilan (Fairness): Memberikan kesempatan bagi kedua tim untuk bermain di hadapan pendukung sendiri, mengingat animo suporter di semifinal biasanya sangat tinggi.
Pendapatan Klub: Memungkinkan kedua klub mendapatkan pemasukan dari tiket pertandingan (match fee) di laga kandang mereka masing-masing.
Uji Mental: Menyiapkan mental pemain untuk menghadapi atmosfer tekanan suporter lawan sebelum melaju ke putaran nasional.
Bagaimana Aturan Penentuannya?
Jika menggunakan format 2 leg, berikut adalah aturan yang biasanya berlaku:
Agregat Gol: Pemenang ditentukan dari jumlah total gol dalam dua pertandingan.
Aturan Gol Tandang: Tergantung pada regulasi khusus tahun berjalan. Beberapa musim menerapkan aturan gol tandang, namun jika agregat sama kuat dan gol tandang sama, biasanya akan langsung dilanjutkan ke babak Perpanjangan Waktu (Extra Time) atau Adu Penalti.
Tanpa Gol Tandang (Regulasi Baru): Mengikuti tren FIFA/AFC terbaru, ada kemungkinan aturan gol tandang dihapus. Jadi, jika agregat imbang setelah 2x90 menit di leg kedua, laga langsung dilanjutkan ke babak tambahan.
Pengecualian: Format Single Match (Gugur)
Format Single Match (Satu Pertandingan Gugur) hanya akan digunakan jika:
Waktu Mendesak: Jadwal putaran nasional sudah sangat dekat, sehingga Asprov harus mempercepat kompetisi regional.
Izin Keamanan: Pihak kepolisian tidak memberikan izin pertandingan di salah satu kota, sehingga laga dipindah ke tempat netral tanpa penonton.
Keputusan Kongres: Ada perubahan mendadak dalam Manager Meeting yang disepakati oleh semua semifinalis.