BOYOLALI – Laga tensi tinggi tersaji dalam lanjutan babak 8 besar Liga 4 Jawa Tengah yang mempertemukan tuan rumah Persebi Boyolali menjamu PSIR Rembang, Minggu (1/2/2026). Bertanding di Stadion Kebo Giro, tim tamu PSIR Rembang sukses menundukkan tuan rumah dengan skor akhir 1-2.
Meskipun Laskar Dampo Awang (julukan PSIR) berhasil membawa pulang kemenangan, jalannya pertandingan menjadi buah bibir di media sosial akibat sejumlah keputusan wasit Arif Nur Wahyudi asal Surakarta yang dinilai kontroversial.
Deretan Keputusan Janggal
Sorotan utama tertuju pada insiden saat penjaga gawang Persebi Boyolali diduga melakukan blunder dengan menghalau bola menggunakan tangan di luar kotak penalti. Namun, wasit tidak memberikan kartu merah (positive red card) yang seharusnya layak diberikan.
Sebaliknya, nasib sial menimpa PSIR Rembang. Salah satu pemainnya justru diganjar kartu kuning kedua (kartu merah) dalam situasi open play, di mana bola tendangan kiper mengenai dirinya. Keputusan ini memicu protes keras karena dianggap bukan pelanggaran.
Waktu Molor dan Isu Live Streaming
Ketidakpuasan suporter kian memuncak menyoroti durasi pertandingan. Wasit memberikan tambahan waktu (injury time) 9 menit, namun pertandingan baru diselesaikan setelah berjalan lebih dari 15 menit.
Selain itu, netizen juga melaporkan kejanggalan pada tayangan live streaming di mana penunjuk waktu pertandingan diduga sengaja disensor. Atas kejadian ini, publik pecinta sepak bola mendesak Asprov PSSI Jateng untuk segera mengevaluasi kinerja perangkat pertandingan demi menjaga sportivitas Liga 4.
| Detail | Keterangan |
|---|---|
| Laga | Persebi Boyolali 1 - 2 PSIR Rembang |
| Lokasi | Stadion Kebo Giro, Boyolali |
| Wasit | Arif Nur Wahyudi (Surakarta) |
| Isu Viral | Kiper Handball (No Card), Injury Time Molor, 2 Kartu Merah PSIR |