PURBALINGGA – Kemenangan tipis 1-0 atas Persitema Temanggung di Stadion Goentoer Darjono, Minggu (25/1/2026), menjadi modal krusial bagi Persibangga Purbalingga. Satu kaki Laskar Jenderal Soedirman kini sudah berpijak di babak semifinal Liga 3 Jawa Tengah. Namun, tugas belum selesai.
Menatap Leg 2 yang akan digelar di Stadion Bumi Phala, Temanggung, tengah pekan ini, posisi Persibangga berada di atas angin. Meski demikian, tim pelatih mewanti-wanti agar para pemain tidak terlena dengan skenario "hanya butuh seri".
Hitung-hitungan Matematis Menuju Semifinal
Berdasarkan regulasi Liga 3 Jawa Tengah 2026, sistem gugur menggunakan format kandang-tandang (home-away) dengan perhitungan agregat gol. Berikut adalah skenario bagi Persibangga untuk lolos:
1. Hasil Imbang (Seri): Jika skor berakhir 0-0, 1-1, atau seri berapapun di Temanggung, Persibangga otomatis lolos dengan agregat kemenangan 1-0.
2. Menang: Kemenangan dengan skor berapapun akan memuluskan langkah Persibangga dengan agregat meyakinkan.
3. Kalah Tipis dengan Gol (Skenario Agregat): Jika Persibangga kalah 1-2, 2-3, dst, agregat skor akan menjadi imbang, namun aturan gol tandang (jika diberlakukan regulasi produktivitas gol tandang tahun ini) bisa menguntungkan atau justru memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Waspada Kebangkitan Laskar Bambu Runcing
Pelatih Persitema Temanggung dipastikan akan menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil all-out menyerang sejak menit awal. Defisit satu gol bukanlah hal mustahil untuk dikejar, apalagi mereka bermain di hadapan ribuan pendukung fanatiknya.
Pengamat sepak bola lokal, Budi Kurniawan, menilai bahwa Persibangga tidak boleh bermain bertahan total (parkir bus).
"Bermain aman mencari hasil seri di kandang lawan yang agresif seperti Persitema adalah bunuh diri. Persibangga harus tetap berani mencuri gol tandang. Jika Persibangga berhasil mencetak satu gol saja di Temanggung, beban Persitema akan menjadi sangat berat karena harus mencetak tiga gol balasan," analisisnya.
Skenario Terburuk: Adu Penalti
Jika Persitema berhasil menang 1-0 di waktu normal, maka agregat akan menjadi sama kuat 1-1. Sesuai regulasi, pertandingan kemungkinan besar akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu (extra time) atau langsung adu penalti untuk menentukan pemenang.
Manajemen Persibangga mengonfirmasi bahwa tim juga telah menyiapkan skenario ini dengan melatih mental para eksekutor penalti dalam sesi latihan terakhir sebelum keberangkatan.