Tragedi Cipayung: Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami, Terungkap dari Kunjungan Sang Ibu

Tragedi Cipayung: Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami, Terungkap dari Kunjungan Sang Ibu

koranpos.my.id
Penulis: Lukman Yuli Prasetyo
Editor: Akim Amiruloh
Diterbitkan: 22 Maret 2026 , 14.55 WIB
Garis polisi terpasang di depan rumah kontrakan korban di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, tempat ditemukannya jasad Dewhinta Anggary.
Foto: Garis polisi terpasang di depan rumah kontrakan korban di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, tempat ditemukannya jasad Dewhinta Anggary.

JAKARTA – Terungkapnya kasus pembunuhan tragis terhadap Dewhinta Anggary (37), cucu dari seniman legendaris Betawi mendiang Mpok Nori, berawal dari kunjungan ibu korban yang berinisial B ke rumah kontrakan Dewhinta di Jalan Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Kunjungan tersebut dilakukan pada pukul 03.00 WIB, Sabtu (21/3/2026).

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Dini hari itu, sang ibu datang dengan niat untuk membangunkan Dewhinta agar bersiap berangkat kerja. Namun, kecurigaan muncul ketika pintu kontrakan korban dalam keadaan terkunci rapat dari dalam dan panggilannya tak kunjung mendapat jawaban.

Keluarga yang mulai panik akhirnya meminta adik korban untuk mencari jalan masuk. Sang adik berhasil menyelinap ke dalam kontrakan melalui jendela yang kebetulan sedikit terbuka. Di dalam ruangan tersebut, pemandangan memilukan tersaji; Dewhinta ditemukan telah terbaring tak bernyawa dengan luka sayat parah di bagian leher dan kepala, serta bersimbah darah.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim Polsek Cipayung dan Polda Metro Jaya, dipastikan bahwa insiden ini murni pembunuhan. Pasalnya, tidak ada satu pun barang berharga milik korban, termasuk ponselnya, yang hilang dari lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi dan bukti di lapangan, kecurigaan polisi langsung mengarah kepada mantan suami siri korban, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Timur Tengah berinisial FD atau Fuad.

Beberapa saksi menyebutkan bahwa pelaku sempat terlihat mondar-mandir di sekitar kontrakan korban sehari sebelum penemuan jasad, bahkan sempat meminjam sepeda motor milik korban. Menyadari dirinya menjadi buronan, pelaku berusaha melarikan diri ke luar kota.

Namun, pelarian tersebut tak berlangsung lama. Tim gabungan dari Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil meringkus pelaku di ruas Tol Tangerang-Merak pada Sabtu siang, sekitar pukul 13.30 WIB.

Dari hasil pemeriksaan awal, motif pembunuhan keji ini diduga kuat didasari oleh rasa sakit hati dan emosi pelaku. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengungkapkan bahwa hubungan keduanya memang sudah tidak harmonis dan baru berpisah sekitar satu bulan terakhir.
"Korban ingin mengakhiri hubungannya dan meminta pisah, namun tersangka tidak mau menerima kenyataan tersebut," jelas pihak kepolisian. Saat ini, pelaku telah ditahan di Mapolda Metro Jaya dan dijerat dengan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman berat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

News

Health