Terseret Bayang-Bayang Epstein: Kathy Ruemmler Mundur dari Kursi Petinggi Hukum Goldman Sachs

Terseret Bayang-Bayang Epstein: Kathy Ruemmler Mundur dari Kursi Petinggi Hukum Goldman Sachs

koranpos.my.id
Penulis: Lukman Yuli Prasetyo
Editor: Akim Amiruloh
Diterbitkan: 13 Februari 2026 , 10.15 WIB
Kathy Ruemmler, Chief Legal Officer Goldman Sachs, terlihat meninggalkan kantor pusat di New York di tengah sorotan media mengenai hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Foto: Kathy Ruemmler, Chief Legal Officer Goldman Sachs, terlihat meninggalkan kantor pusat di New York di tengah sorotan media mengenai hubungannya dengan Jeffrey Epstein.

NEW YORK – Guncangan besar melanda manajemen puncak raksasa perbankan investasi dunia, Goldman Sachs. Kathryn "Kathy" Ruemmler, yang menjabat sebagai Chief Legal Officer sekaligus General Counsel, resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (12/02/2026). Keputusan mengejutkan ini diambil menyusul tekanan publik yang kian menguat terkait terungkapnya detail hubungan personalnya dengan mendiang Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual yang fenomenal.

Wanita yang pernah menjabat sebagai penasihat Gedung Putih di era Presiden Barack Obama ini menyatakan akan efektif meninggalkan jabatannya pada 30 Juni 2026 mendatang.

Posisi Ruemmler mulai goyah setelah dokumen pengadilan dan serangkaian surat elektronik (e-mail) lawas dibuka ke publik oleh Departemen Kehakiman AS. Dokumen tersebut mengungkap bahwa hubungan Ruemmler dengan Epstein jauh lebih "hangat" daripada sekadar hubungan profesional yang selama ini ia klaim.

Dalam beberapa korespondensi, Ruemmler tertangkap memanggil Epstein dengan sebutan akrab seperti "Paman Jeffrey" (Uncle Jeffrey) dan "kakak laki-laki". Tak hanya itu, ia juga terkonfirmasi pernah menerima berbagai hadiah mewah, termasuk tas bermerek Hermès dan tiket perjalanan, dari sang miliarder bermasalah tersebut.

Fakta ini bertolak belakang dengan narasi awal yang dibangun, di mana Ruemmler bersikeras bahwa interaksinya dengan Epstein murni terbatas pada urusan representasi hukum formal.

Pengunduran diri Ruemmler memicu berbagai tanggapan, baik dari internal perusahaan maupun pengamat industri keuangan.

1. Tanggapan Resmi Goldman Sachs CEO Goldman Sachs, David Solomon, dalam pernyataan resminya menerima keputusan tersebut dengan nada diplomatis.

"Saya menerima pengunduran dirinya dan menghormati keputusannya. Kathy telah menjadi penasihat umum yang luar biasa dan mentor bagi banyak orang di firma ini," ujar Solomon. Meskipun demikian, langkah ini dipandang sebagai upaya "bersih-bersih" Goldman Sachs untuk menjaga citra perusahaan dari noda skandal Epstein yang terus meluas.

2. Kritik Standar Ganda Internal Di balik layar, sejumlah karyawan Goldman Sachs dilaporkan menyuarakan ketidakpuasan. Mereka menyoroti ironi di mana Ruemmler, yang bertugas mengawasi komite risiko reputasi dan kepatuhan (compliance), justru terlibat dalam penerimaan gratifikasi yang jika dilakukan oleh karyawan biasa, pasti akan berujung pada pemecatan instan.

3. Pernyataan Pembelaan Ruemmler Dalam surat perpisahannya, Ruemmler menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah melindungi kepentingan bank.

"Tanggung jawab saya adalah mendahulukan kepentingan Goldman Sachs. Saya menyesal pernah mengenalnya (Epstein)," tulis Ruemmler, sembari tetap membantah bahwa ia mengetahui aktivitas kriminal seksual yang dilakukan Epstein saat itu.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para eksekutif Wall Street mengenai pentingnya due diligence dalam menjalin relasi profesional. Jejak digital dan afiliasi masa lalu kini menjadi bom waktu yang dapat meledak kapan saja, meruntuhkan karier cemerlang yang dibangun puluhan tahun.

Kepergian Ruemmler menambah daftar panjang figur publik yang kariernya "tamat" akibat terseret pusaran skandal Jeffrey Epstein, membuktikan bahwa bayang-bayang masa lalu sang predator seksual masih terus menghantui elit global hingga hari ini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

News

Health