REMBANG – Harapan PSIR Rembang untuk mencicipi partai puncak Liga 4 Jawa Tengah 2026 harus pupus dengan cara yang memilukan. Tak hanya menelan kekalahan pahit, laga leg kedua semifinal melawan Persak Kebumen pada Kamis (12/02/2026) berakhir dengan kericuhan hebat. Suporter tuan rumah yang tak puas dengan kepemimpinan wasit meluapkan amarahnya hingga masuk ke dalam lapangan.
Persak Kebumen berhasil membungkam publik tuan rumah dengan kemenangan telak 2-0, sekaligus memastikan langkah mereka ke babak final untuk menantang Persibangga Purbalingga yang sudah lebih dulu lolos.
Jalannya Laga: Kebumen Tampil Dominan
Bermain di bawah tekanan ribuan suporter "Dampak Lasem", Persak Kebumen justru tampil sangat tenang. Sejak babak pertama, koordinasi lini belakang PSIR tampak rapuh menghadapi serangan balik cepat tim tamu. Dua gol yang bersarang ke gawang PSIR praktis mematikan mental bertanding para pemain tuan rumah.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tidak berubah. Persak Kebumen unggul secara agregat dan berhak atas tiket final. Namun, suasana berubah mencekam sesaat setelah laga berakhir.
Kekecewaan suporter PSIR Rembang memuncak saat laga memasuki menit-menit akhir. Keputusan wasit yang dinilai sering merugikan tim tuan rumah menjadi pemantik api emosi. Segera setelah pertandingan usai, ratusan suporter nekat menjebol barikade pengamanan dan merangsek masuk ke area pitch.
Wasit dan asisten wasit menjadi sasaran utama amukan. Petugas keamanan harus bekerja ekstra keras membentuk barikade manusia untuk melindungi perangkat pertandingan yang lari menuju ruang ganti. Hujan lemparan botol hingga benda keras tak terelakkan di area tribun dan lapangan.
"Kami kecewa bukan hanya karena skor, tapi karena kepemimpinan wasit yang kami rasa sangat tidak adil di laga krusial ini," teriak salah satu suporter di luar stadion.
Meski dibayangi insiden kelam, Persak Kebumen tetap merayakan keberhasilan mereka. Kemenangan ini membawa mereka ke partai final ideal melawan Persibangga Purbalingga. Laga final nanti diprediksi akan menjadi duel panas, mengingat kedua tim memiliki basis massa yang besar dan performa yang stabil sepanjang musim.
Pihak penyelenggara Liga 4 Jateng diharapkan segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden di Rembang ini. Sanksi berat diprediksi akan menanti PSIR Rembang akibat gagalnya panitia pelaksana dalam menjamin keamanan perangkat pertandingan.