Hassan II vs Santiago Bernabéu: Perang Kemegahan Berebut Status Venue Final Piala Dunia 2030

Penulis : Lucky
Editor : Redaksi Koran Pos Indonesia
Hassan II vs Santiago Bernabéu: Perang Kemegahan Berebut Status Venue Final Piala Dunia 2030
Koran Pos: Siapa yang paling layak menggelar Final Piala Dunia 2030? Simak komparasi mendalam antara kemegahan Stadion Besar Hassan II Maroko dan kecanggihan Santiago Bernabeu Madrid.

OHA – Perebutan hak menjadi tuan rumah partai final Piala Dunia 2030 kini mengerucut pada dua raksasa arsitektur: Stadion Besar Hassan II di Maroko dan Santiago Bernabéu di Madrid, Spanyol. Dengan status tuan rumah bersama (bersama Portugal), kedua negara ini kini terlibat dalam persaingan prestisius untuk meyakinkan FIFA mengenai venue mana yang paling layak menggelar laga puncak paling bergengsi di dunia.

1. Kapasitas: Keunggulan Mutlak Maroko

Dari segi angka, Maroko memimpin jauh. Stadion Besar Hassan II dirancang untuk menampung 115.000 penonton, menjadikannya stadion sepak bola terbesar di dunia. Sementara itu, Santiago Bernabéu pasca-renovasi memiliki kapasitas sekitar 85.000 penonton. Dalam sejarah Piala Dunia, FIFA cenderung menyukai venue dengan kapasitas raksasa untuk partai final guna memaksimalkan pendapatan tiket dan atmosfer pertandingan.

2. Kecanggihan Teknologi: Bernabéu Tak Tertandingi

Meskipun kalah dalam jumlah kursi, Santiago Bernabéu adalah "pesawat luar angkasa" di dunia nyata. Stadion milik Real Madrid ini memiliki atap retractable (bisa dibuka-tutup) dan lapangan yang bisa dilipat serta disimpan di bawah tanah (retractable pitch). Teknologi ini memungkinkan stadion tetap digunakan untuk konser atau acara lain tanpa merusak rumput. Spanyol menawarkan efisiensi dan pengalaman operasional yang sudah teruji di level tertinggi Eropa.

3. Filosofi Desain: Tradisi vs Modernitas

  • Stadion Hassan II: Mengusung desain tenda tradisional "Moussem", memberikan kesan eksotis, megah, dan sangat kental dengan identitas budaya Afrika Utara.

  • Santiago Bernabéu: Menampilkan eksterior baja tahan karat yang futuristik dengan sistem pencahayaan LED yang bisa mengubah seluruh wajah gedung, mencerminkan modernitas kota Madrid.


Tabel Komparasi Head-to-Head

FiturStadion Besar Hassan II (Maroko)Santiago Bernabéu (Spanyol)
Kapasitas115.000 (Juara)85.000
Status GedungProyek Baru (Selesai 2028)Ikonik (Selesai Renovasi)
Teknologi UtamaAtap Kisi Alami & Lanskap HutanAtap & Lapangan Lipat (Juara)
LokasiEl Mansouria, CasablancaPusat Kota Madrid
KeunggulanRekor Dunia & KapasitasSejarah & Infrastruktur Kota
Siapa yang Lebih Layak? Pilihan FIFA akan bergantung pada prioritas: Maroko menawarkan rekor sejarah baru sebagai stadion terbesar yang pernah menggelar final, sementara Spanyol menawarkan jaminan infrastruktur, pengalaman manajemen big match, dan sejarah sepak bola Eropa yang tak tertandingi. Banyak analis memprediksi bahwa FIFA mungkin akan melakukan "pembagian adil", di mana pembukaan dilakukan di Maroko dan final di Spanyol, atau sebaliknya. Namun, dengan hadirnya Stadion Hassan II, posisi Madrid yang semula dianggap pasti menjadi venue final kini mulai goyah.
Lebih baru Lebih lama