BGN: Insentif Rp6 Juta Per Hari untuk Satuan Pelayanan Lebih Efisien daripada Membangun Infrastruktur Baru

BGN: Insentif Rp6 Juta Per Hari untuk Satuan Pelayanan Lebih Efisien daripada Membangun Infrastruktur Baru

koranpos.my.id
Penulis: Lukman Yuli Prasetyo
Editor: Akim Amiruloh
Diterbitkan: 21 Februari 2026 , 15.16 WIB
BGN ungkap insentif Rp6 juta per hari bagi SPPG lebih efisien dibanding bangun sendiri.
Foto: BGN ungkap insentif Rp6 juta per hari bagi SPPG lebih efisien dibanding bangun sendiri. (koranpos.my.id/dok istimewa)
JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memaparkan strategi efisiensi dalam percepatan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menilai bahwa pemberian insentif sebesar Rp6 juta per hari kepada mitra Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) jauh lebih ekonomis dan efisien secara operasional dibandingkan pemerintah harus membangun infrastruktur sendiri dari nol.

Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di masyarakat maupun sektor swasta.
Analisis Efisiensi Anggaran
Kebijakan pemberian insentif ini dirancang untuk memangkas biaya investasi awal yang besar (capital expenditure). Dengan menggandeng mitra lokal sebagai Satuan Pelayanan, pemerintah dapat menghemat waktu dan biaya konstruksi bangunan serta pengadaan peralatan dapur skala besar.


Insentif Rp6 juta per hari tersebut dialokasikan untuk menutupi biaya operasional, jasa koki, tenaga kerja lokal, hingga pemeliharaan fasilitas dapur. BGN meyakini model kemitraan ini akan mempercepat jangkauan program hingga ke pelosok daerah tanpa harus menunggu proses pembangunan gedung fisik pemerintah selesai.

Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Selain aspek efisiensi, penggunaan sistem Satuan Pelayanan (SPPG) bertujuan untuk:
Menyerap Tenaga Kerja: Membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, mulai dari juru masak hingga distributor logistik.

Optimalisasi UMKM: Mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam penyediaan bahan baku pangan segar.

Kecepatan Distribusi: Memperpendek rantai pasok agar makanan sampai ke tangan penerima manfaat dalam kondisi segar dan hangat.
Standarisasi dan Pengawasan Ketat
Meski menggunakan fasilitas mitra, BGN menegaskan bahwa standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan tetap berada di bawah pengawasan ketat pemerintah. Setiap SPPG yang menerima insentif wajib mengikuti protokol operasional yang telah ditetapkan untuk menjamin mutu asupan bagi anak-anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya.

"Model ini memungkinkan kita bergerak lebih cepat. Dibandingkan membangun satu persatu yang butuh waktu lama dan biaya pemeliharaan tinggi, insentif harian kepada satuan pelayanan yang siap pakai jauh lebih rasional secara fiskal," ungkap perwakilan BGN dalam sebuah diskusi kebijakan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

News

Health