KENDAL – Operasi pencarian orang hilang di aliran Sungai Bodri, Kabupaten Kendal, akhirnya dihentikan pada hari ketiga. Muhamad Effendi (35), warga Desa Cepiring yang dilaporkan hanyut sejak dua hari lalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin pagi (9/2/2026). Tubuh korban terseret arus deras sejauh kurang lebih 10 kilometer dari titik awal kejadian hingga mendekati area muara laut.
Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan bukan oleh Tim SAR, melainkan oleh nelayan setempat di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, yang hendak berangkat melaut sekitar pukul 04.00 WIB.
Ditemukan Nelayan di Muara Sungai
Kepala Desa Cepiring, Ahmad Ayek, membenarkan kabar duka tersebut. Menurut keterangannya, posisi penemuan jenazah berada sangat jauh dari lokasi awal korban dilaporkan hilang, yakni di Dusun Kersan, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon. Derasnya debit air Kali Bodri akibat curah hujan tinggi disinyalir menjadi penyebab tubuh korban terbawa hingga ke wilayah hilir di Kecamatan Patebon.
"Iya, benar. Tadi pagi sekitar pukul 04.00 WIB sudah ditemukan oleh nelayan yang hendak melaut. Lokasinya hampir mendekati muara Sungai Bodri," ujar Ayek saat dikonfirmasi awak media, Senin (9/2/2026).
Ayek menambahkan, nelayan yang menemukan jenazah tersebut melakukan tindakan sigap. Melihat sesosok tubuh mengapung, nelayan tersebut segera mengikat jenazah korban ke tepian atau objek tetap agar tidak semakin hanyut terbawa arus menuju laut lepas, sembari menunggu kedatangan petugas.
"Diikat sama warga (nelayan) agar tidak hanyut lebih jauh ke laut, karena memang arusnya saat itu cukup deras," tambahnya.
Evakuasi ke RSUD Soewondo
Mendapat laporan dari warga, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD Kendal, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan segera meluncur ke lokasi penemuan di Pidodo Kulon. Proses evakuasi berjalan lancar meski terkendala medan yang licin pasca hujan.
Jenazah Effendi kemudian langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Dr. H. Soewondo Kendal untuk proses identifikasi dan pemulasaraan (disucikan). Pihak keluarga yang datang ke rumah sakit telah memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Muhamad Effendi.
"Saat ini jenazah masih disucikan di RSUD Soewondo. Setelah proses ini selesai, nanti akan langsung dibawa ke rumah duka di Cepiring untuk dimakamkan," tutur Ayek.
Kronologi: Bermain Air Berujung Maut
Insiden memilukan ini bermula dari aktivitas di pinggir sungai yang seharusnya menyenangkan. Diketahui, Effendi merupakan keponakan dari Kaur Keuangan Desa Cepiring, Arif Kurniawan (49).
Sebelum dinyatakan hilang, korban sedang bermain air di aliran Kali Bodri wilayah Dusun Kersan, Desa Tegorejo, bersama pamannya, Arif Kurniawan, dan seorang rekan lainnya, Fitriyanto Bayu Irawan. Diduga korban terpeleset atau terseret arus bawah sungai yang kuat hingga akhirnya tak mampu menyelamatkan diri. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi warga Kendal untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di bibir sungai, terutama saat musim penghujan di mana debit air seringkali tidak terprediksi.