Sisi Gelap Euforia Juara: Pemain Persibangga Diduga Ditelantarkan, Bayar Hotel hingga Tol Pakai Kantong Pribadi

Sisi Gelap Euforia Juara: Pemain Persibangga Diduga Ditelantarkan, Bayar Hotel hingga Tol Pakai Kantong Pribadi

koranpos.my.id
Penulis: Lukman Yuli Prasetyo
Editor: Akim Amiruloh
Diterbitkan: 17 Februari 2026 , 16.41 WIB
Tangkapan layar berisi keluhan Haidar Nur Afif terkait ketidakmampuan manajemen Persibangga memfasilitasi kebutuhan logistik tim usai menjadi juara.
Foto: Tangkapan layar berisi keluhan Haidar Nur Afif terkait ketidakmampuan manajemen Persibangga memfasilitasi kebutuhan logistik tim usai menjadi juara. (koranpos.my.id/dok Haidar Nur Afif)
PURBALINGGA – Sebuah paradoks menyedihkan kini tengah membayangi kejayaan Persibangga Purbalingga. Di tengah sorak-sorai publik atas keberhasilan meraih trofi Liga 4 Jawa Tengah, terselip cerita memprihatinkan tentang perjuangan para pemain yang seolah "dibiarkan berjalan sendiri" oleh pihak manajemen.

Kenyataan pahit ini terbongkar melalui curhatan emosional pemain andalan tim, Haidar Nur Afif, dalam sesi siaran langsung di media sosial TikTok.

Alih-alih mendapatkan sambutan eksklusif dan fasilitas pemulihan yang memadai sebagai apresiasi, skuad Laskar Jenderal Soedirman justru dihadapkan pada kendala logistik yang fatal. Dalam perjalanan pulang menuju Purbalingga, para pemain dilaporkan harus menanggung sendiri berbagai biaya operasional dasar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pengeluaran untuk biaya penginapan hotel hingga tarif gerbang tol terpaksa diambil dari kantong pribadi para atlet. "Kami seolah berjalan tanpa arahan manajemen saat harus kembali. Biaya hotel dan perjalanan tol pun harus kami atasi secara mandiri," ungkap pernyataan yang kini menjadi pusat perbincangan hangat netizen.

Krisis Kepercayaan dan Tekanan Suporter
Fenomena ini memicu gelombang kritik pedas dari berbagai elemen suporter setia di Kabupaten Purbalingga. Publik merasa manajemen telah gagal total dalam memberikan standar pelayanan minimum bagi tim yang baru saja mengharumkan nama daerah.
Kekecewaan meluas karena kontradiksi yang terjadi: prestasi di lapangan berada di puncak, namun tata kelola di balik layar justru terlihat amatir. Para pendukung kini mendesak adanya transparansi dan pertanggungjawaban dari jajaran petinggi klub agar marwah tim tidak terus tergerus oleh isu-isu non-teknis yang memalukan.

Ujian Profesionalitas Menuju Putaran Nasional
Insiden ini menjadi alarm keras bagi ekosistem sepak bola lokal. Jika masalah dasar seperti biaya operasional perjalanan saja gagal dikelola dengan baik, publik meragukan kesiapan Persibangga dalam mengarungi babak putaran nasional yang jauh lebih berat dan mahal.
Kesejahteraan atlet adalah fondasi utama dari sebuah kesuksesan yang berkelanjutan. Tanpa adanya jaminan perlindungan dan fasilitas dari manajemen, semangat juang para pemain di lapangan bisa saja luntur sebelum perjuangan berikutnya dimulai. Hingga detik ini, klarifikasi resmi dari manajemen Persibangga masih sangat dinantikan guna menjernihkan kemelut logistik yang mencoreng perayaan juara ini.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

News

Health