Finansial Tim Terancam: Manajemen Persibangga Soroti Maraknya Jersey "KW" di Area Stadion

Finansial Tim Terancam: Manajemen Persibangga Soroti Maraknya Jersey "KW" di Area Stadion

koranpos.my.id
Penulis: Lukman Yuli Prasetyo
Editor: Akim Amiruloh
Diterbitkan: 12 Februari 2026 , 14.29 WIB
Manajemen Persibangga Purbalingga keluhkan maraknya peredaran jersey kw di stadion. Potensi bocornya dana tim jadi ancaman serius finansial klub.
Foto: Manajemen Persibangga Purbalingga keluhkan maraknya peredaran jersey kw di stadion. Potensi bocornya dana tim jadi ancaman serius finansial klub.( sc : kubangga )

PURBALINGGA – Di tengah euforia keberhasilan Persibangga Purbalingga melaju ke babak final Liga 4 Jawa Tengah, sebuah isu miring membayangi stabilitas finansial klub. Pihak manajemen secara terbuka mengeluhkan masifnya peredaran jersey tiruan atau "KW" yang dijajakan secara bebas di area sekitar stadion setiap kali Laskar Soedirman berlaga.

Fenomena ini dinilai bukan sekadar masalah pelanggaran hak cipta, melainkan ancaman nyata terhadap potensi pendapatan klub yang seharusnya bisa digunakan untuk biaya operasional tim, kesejahteraan pemain, hingga pengembangan akademi.

Kebocoran Dana yang Signifikan

Manajemen Persibangga menegaskan bahwa penjualan merchandise resmi, terutama jersey, merupakan salah satu pilar utama pemasukan klub selain sponsor dan tiket penonton. Dengan maraknya jersey KW yang dijual dengan harga jauh di bawah standar resmi, klub kehilangan potensi pendapatan yang sangat besar.

"Kami sangat menghargai antusiasme suporter untuk memberikan dukungan dengan atribut tim. Namun, harus disadari bahwa membeli produk bajakan berarti menutup keran pemasukan bagi klub yang mereka cintai sendiri," ungkap perwakilan manajemen Persibangga.

Menurut perhitungan internal, potensi kebocoran dana akibat peredaran produk tidak resmi ini mencapai angka yang cukup fantastis untuk skala klub Liga 4. Dana tersebut seharusnya bisa menjadi modal tambahan bagi Persibangga dalam mempersiapkan diri menuju babak final dan kompetisi di level yang lebih tinggi.

Menyikapi kondisi ini, manajemen tidak ingin sekadar menyalahkan pedagang atau pembeli. Ada beberapa langkah strategis yang mulai disiapkan:

  1. Edukasi Loyalitas: Kampanye masif tentang pentingnya membeli produk orisinal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap napas finansial klub.

  2. Varian Harga Produk: Manajemen tengah mempertimbangkan untuk merilis jersey versi suporter (supporter version) dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap resmi di bawah naungan klub.

  3. Penataan Area Komersial: Berkoordinasi dengan pengelola stadion untuk menata pedagang agar lebih mengedepankan produk-produk yang telah menjalin kerja sama resmi dengan tim.

Dukungan Suporter Adalah Kunci

Di sisi lain, beberapa kelompok suporter menyuarakan bahwa akses mendapatkan jersey original yang terbatas dan harga yang terkadang dianggap tinggi bagi pelajar menjadi alasan produk KW masih laku keras. Hal ini menjadi tantangan bagi manajemen untuk menyediakan distro resmi yang lebih mudah dijangkau di berbagai titik di Purbalingga.

Manajemen berharap, menjelang laga final nanti, kesadaran suporter untuk "Beli yang Ori" semakin meningkat. Sebab, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk produk resmi adalah investasi langsung demi kejayaan Persibangga di masa depan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

News

Health